Semarang, 4 Mei 2026 – Departemen Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro kembali menyelenggarakan program Undip Global Classroom sebagai bagian dari komitmen menghadirkan pembelajaran berstandar global yang relevan dengan praktik kebijakan publik. Kegiatan yang mengangkat tema “Statistics for Real World Policy Making” ini dilaksanakan secara daring pada Senin, 4 Mei 2026 pukul 11.00 WIB (GMT+7).
Acara ini menghadirkan Dr. Yogi Vidyattama (Associate Professor, University of Canberra) sebagai narasumber utama, dengan Mohammad Nurul Huda, S.AP., MPA. sebagai discussant. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Retna Hanani, S.Sos., MPP selaku Ketua Program Studi S1 Administrasi Publik, serta Dr. Amni Zarkasyi Rahman, S.A.P., M.Si. selaku Ketua Program Studi S3 Administrasi Publik, yang turut memberikan dukungan terhadap penguatan kapasitas akademik mahasiswa.
Dalam pemaparannya, Dr. Yogi Vidyattama menekankan bahwa proses perumusan kebijakan publik tidak selalu berjalan secara ideal dan linear sebagaimana yang digambarkan dalam policy cycle. Meskipun secara konseptual kebijakan melalui tahapan identifikasi masalah, penetapan agenda, formulasi, implementasi, hingga evaluasi, pada praktiknya proses tersebut kerap dipengaruhi oleh dinamika politik, negosiasi, serta berbagai kepentingan yang saling berinteraksi.
Lebih lanjut, disampaikan bahwa pendekatan evidence-based policy menjadi sangat penting dalam menjembatani kompleksitas tersebut. Kebijakan publik perlu didukung oleh bukti yang kuat, baik melalui data kuantitatif maupun kualitatif. Namun demikian, kebijakan tidak dapat dipahami semata sebagai proses ilmiah, melainkan sebagai sebuah craft yang melibatkan pertimbangan nilai, kepentingan, dan konteks sosial.
Materi yang disampaikan juga mengulas berbagai sumber data yang dapat dimanfaatkan dalam kebijakan publik, seperti data sensus, survei, data administratif, hingga model estimasi. Statistik berperan penting dalam membantu pembuat kebijakan memahami siapa target kebijakan, bagaimana distribusi kesejahteraan dalam masyarakat, serta bagaimana ketimpangan dapat diukur dan dianalisis.
Selain itu, peserta diajak untuk memahami berbagai isu krusial dalam analisis data, seperti perbedaan antara rata-rata (mean) dan median dalam distribusi yang tidak merata, pentingnya mengenali outliers yang dapat memengaruhi hasil kebijakan, serta perlunya granularitas data agar kebijakan lebih tepat sasaran. Konsep seperti low-hanging fruit juga dibahas sebagai strategi intervensi kebijakan yang dapat memberikan dampak signifikan dalam waktu relatif singkat.
Sebagai discussant, Mohammad Nurul Huda menyoroti relevansi materi dalam konteks Indonesia, di mana pengambilan kebijakan publik masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan data, tekanan politik, serta kompleksitas implementasi di lapangan. Diskusi yang berlangsung menunjukkan antusiasme peserta dalam mengaitkan konsep statistik dengan praktik kebijakan nyata.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami statistik sebagai alat analisis, tetapi juga sebagai fondasi penting dalam merancang kebijakan publik yang lebih adil, efektif, dan berbasis bukti. Program Undip Global Classroom ini sekaligus menegaskan komitmen Departemen Administrasi Publik FISIP Universitas Diponegoro dalam menghadirkan ruang belajar global yang kontekstual dan aplikatif bagi mahasiswa.
