Semarang – Sabtu, 23 Mei 2026. Departemen Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Edukasi Standar Kesehatan Lingkungan Rumah Kos: Sanitasi, Sampah, Ventilasi, dan Pencegahan Penyakit” yang dilaksanakan di Kelurahan Tembalang, Kota Semarang.
Program yang didanai melalui RKAT FISIP Universitas Diponegoro Tahun Anggaran 2026 ini dipimpin oleh Dr. Dra. Augustin Rina Herawati, M.Si. dengan anggota tim Dra. Nina Widowati, M.Si. dan Nawangsasi Wincahyo Artiko Aji, S.A.P., M.A.P. Kegiatan ini menyasar pemilik dan pengelola rumah kos, penghuni kos mahasiswa, serta masyarakat sekitar kawasan kampus yang selama ini menjadi bagian penting dari ekosistem pendidikan di Tembalang.
Sebagai kawasan pendidikan terbesar di Kota Semarang, Tembalang mengalami pertumbuhan hunian rumah kos yang sangat pesat seiring meningkatnya jumlah mahasiswa dari berbagai daerah. Di balik pertumbuhan tersebut, muncul berbagai tantangan kesehatan lingkungan yang perlu mendapatkan perhatian serius. Kondisi sanitasi yang kurang optimal, pengelolaan sampah yang belum tertata, ventilasi yang tidak memadai, hingga rendahnya kesadaran terhadap pencegahan penyakit berbasis lingkungan menjadi persoalan yang kerap dijumpai di sejumlah rumah kos. Apabila tidak ditangani secara tepat, kondisi tersebut berpotensi menurunkan kualitas hidup penghuni, meningkatkan risiko penyakit, serta mengganggu kenyamanan lingkungan sekitar.
Ketua Tim Pengabdian, Dr. Augustin Rina Herawati, menjelaskan bahwa rumah kos tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal sementara bagi mahasiswa, tetapi juga merupakan bagian dari lingkungan permukiman yang memiliki dampak langsung terhadap kesehatan masyarakat.
“Kesehatan lingkungan rumah kos merupakan isu yang sering kali dianggap sederhana, padahal memiliki pengaruh besar terhadap kualitas hidup penghuni dan masyarakat sekitar. Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun kesadaran bahwa sanitasi, pengelolaan sampah, ventilasi, dan perilaku hidup bersih merupakan fondasi penting dalam menciptakan lingkungan hunian yang sehat dan berkelanjutan,” ujarnya.
Berbeda dengan program sosialisasi yang bersifat satu arah, kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemilik kos, penghuni, perangkat RT/RW, hingga masyarakat sekitar. Program dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu peningkatan kapasitas peserta melalui pelatihan dan workshop, pemetaan permasalahan kesehatan lingkungan rumah kos, diskusi kelompok terarah (FGD), hingga pendampingan penerapan standar kesehatan lingkungan secara langsung.
Materi yang diberikan mencakup pengelolaan sanitasi dan fasilitas bersama, pengelolaan sampah rumah tangga, peningkatan kualitas ventilasi dan sirkulasi udara, serta pencegahan penyakit berbasis lingkungan melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan pengendalian vektor penyakit. Selain meningkatkan pengetahuan peserta, program ini juga mendorong perubahan perilaku dan pembentukan budaya hidup sehat di lingkungan rumah kos. Kegiatan ini juga menjadi sarana penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menyelesaikan persoalan perkotaan yang semakin kompleks.
Tim pengabdian bekerja sama dengan pemerintah kelurahan, perangkat RT/RW, pemilik rumah kos, dan perwakilan mahasiswa untuk membangun komitmen bersama dalam menjaga kualitas lingkungan permukiman di kawasan Tembalang. Program pengabdian ini sejalan dengan berbagai agenda pembangunan berkelanjutan, khususnya pada aspek kesehatan yang baik dan kesejahteraan (SDGs 3), kota dan permukiman yang berkelanjutan (SDGs 11), serta konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab (SDGs 12). Melalui kegiatan ini, FISIP Universitas Diponegoro berharap dapat berkontribusi dalam menciptakan lingkungan hunian mahasiswa yang lebih sehat, aman, dan nyaman, sekaligus memperkuat budaya hidup bersih dan sehat di kawasan pendidikan.
Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan sosial yang tidak hanya menghasilkan pengetahuan melalui pendidikan dan penelitian, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi berbagai persoalan masyarakat melalui pengabdian yang berdampak langsung. Dengan meningkatnya kesadaran dan kapasitas masyarakat dalam mengelola kesehatan lingkungan rumah kos, kawasan Tembalang diharapkan dapat berkembang sebagai lingkungan pendidikan yang sehat, produktif, dan berkelanjutan bagi seluruh penghuninya
