Hong Kong, 18 Juli 2026 — Retna Hanani, S.Sos., MPP., dosen Departemen Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro, mempresentasikan hasil penelitiannya pada 2026 East Asian Social Policy Annual Conference. Konferensi bertema “Social Policy in Asia in Times of Multiple Disruptions” tersebut diselenggarakan pada 17–18 Juli 2026 di The Hang Seng University of Hong Kong.
Dalam konferensi ini, Retna mempresentasikan makalah berjudul “From Frontline Work to Digital Welfare: Enumerators, Discretion, and the Digitalization of Social Protection in Indonesia.” Penelitian tersebut mengkaji bagaimana digitalisasi sistem data kesejahteraan di Indonesia mengubah peran petugas lapangan dalam menentukan akses masyarakat terhadap program perlindungan sosial. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan sistem data terintegrasi tidak sepenuhnya menghilangkan diskresi manusia. Enumerator, aparat desa, dan pendamping sosial tetap berperan penting dalam menerjemahkan kondisi rumah tangga yang kompleks ke dalam kategori administratif yang telah ditentukan oleh sistem. Mereka juga harus menghadapi ketegangan antara keputusan berbasis data, keterbatasan sistem digital, dan pemahaman masyarakat setempat mengenai keadilan dan kelayakan penerima bantuan.
“Digitalisasi dapat meningkatkan efisiensi dan konsistensi dalam penargetan bantuan sosial. Namun, teknologi tidak dapat sepenuhnya menggantikan pengetahuan kontekstual dan penilaian manusia, terutama ketika data tidak mampu menangkap perubahan cepat dalam kondisi sosial-ekonomi masyarakat,” jelas Retna.
Keikutsertaan dalam konferensi ini menjadi bagian dari program International Academic Networking dalam kerangka World Class University Universitas Diponegoro. Selain mendiseminasikan hasil penelitian, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk membangun jejaring dengan akademisi dan peneliti kebijakan sosial dari berbagai negara.
Masukan yang diperoleh selama konferensi akan digunakan untuk menyempurnakan artikel sebelum diajukan ke jurnal internasional. Partisipasi ini diharapkan memperkuat kontribusi UNDIP dalam perdebatan global mengenai transformasi digital, kebijakan sosial, dan perlindungan kelompok rentan di Asia. Informasi konferensi tersedia di laman resmi EASP Conference 2026.
