Semarang, 21 Juli 2026 – Program Studi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Diponegoro kembali melanjutkan rangkaian Public Administration Summer Course 2026 dengan menyelenggarakan sesi kelima bertajuk “Climate Reality and Administrative Cycles”. Mengusung tema besar Climate Change and the Limits of Public Administration, sesi ini menjadi ruang diskusi internasional yang membahas bagaimana perubahan iklim memengaruhi siklus administrasi publik serta pentingnya transformasi tata kelola pemerintahan yang lebih adaptif dan berkelanjutan.
Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom ini menghadirkan dua akademisi dari Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA) Malaysia yaitu Dr. Aznor Sarah Aqilah Binti Azmadi dan Dr. Wan Mohd Adzim Bin Wan Mohd Zain. Jalannya diskusi dipandu oleh Azaria Eda Pradana, S.A.P., M.A.P., dosen Program Studi Administrasi Publik FISIP Universitas Diponegoro, yang bertindak sebagai moderator.
Dalam pemaparannya, kedua narasumber menekankan bahwa perubahan iklim tidak lagi dipandang sebagai isu lingkungan semata, tetapi telah menjadi tantangan multidimensional yang memengaruhi seluruh siklus administrasi publik, mulai dari perencanaan, perumusan kebijakan, implementasi program, hingga evaluasi kebijakan. Oleh karena itu, institusi pemerintahan dituntut untuk membangun tata kelola yang adaptif, kolaboratif, dan berbasis bukti agar mampu merespons dinamika perubahan iklim secara efektif.
Sesi berlangsung interaktif dengan partisipasi aktif dari peserta yang berasal dari berbagai perguruan tinggi. Beragam pertanyaan disampaikan mengenai strategi integrasi isu perubahan iklim ke dalam kebijakan publik, penguatan kapasitas kelembagaan pemerintah, serta praktik-praktik terbaik dalam membangun administrasi publik yang tangguh menghadapi tantangan lingkungan global.
Sebagai bagian dari rangkaian Public Administration Summer Course 2026, sesi kelima ini menunjukkan komitmen Program Studi Administrasi Publik FISIP Universitas Diponegoro dalam memperkuat internasionalisasi pendidikan tinggi melalui kolaborasi dengan akademisi mancanegara. Kegiatan ini diharapkan dapat memperluas wawasan peserta sekaligus mendorong lahirnya gagasan-gagasan inovatif dalam pengembangan administrasi publik yang responsif terhadap isu perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan.
