Naila Authori, S.A.P. merupakan alumni Administrasi Publik FISIP Universitas Diponegoro lulusan tahun 2022 yang saat ini berkiprah sebagai Community Development Officer PT Pertamina Lubricants area Production Unit Jakarta. Dalam perannya, ia aktif mengembangkan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada keberlanjutan sosial, ekonomi, dan lingkungan, sehingga kontribusinya relevan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs).
Kiprah Naila dalam bidang keberlanjutan tercermin dari keterlibatannya dalam social and business mapping di berbagai wilayah operasional, meliputi Sumatera Selatan, Bengkulu, Jambi, Lampung, Bangka Belitung, dan Jakarta Utara. Kegiatan ini menjadi dasar penting dalam mengidentifikasi potensi ekonomi lokal, kebutuhan masyarakat, serta risiko sosial dan lingkungan untuk merancang program creating shared value. Kontribusi ini sejalan dengan SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui penguatan ekonomi lokal, SDG 11 (Sustainable Cities and Communities)melalui pembangunan komunitas yang lebih tangguh, dan SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat.
Ia juga berperan dalam merancang dan merealisasikan Program Link and Match Vokasi (Enduro Home Service) di sejumlah SMK di Palembang, Jambi, Bengkulu, dan Jakarta Utara. Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi siswa, menciptakan tenaga kerja yang siap pakai, dan memperkuat konektivitas antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industri. Inisiatif ini berkaitan erat dengan SDG 4 (Quality Education), khususnya dalam peningkatan kualitas pendidikan dan keterampilan, serta SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui dukungan terhadap kesiapan kerja generasi muda.
Selain itu, Naila aktif mengembangkan program creating shared value berbasis komunitas di Bangka Tengah, Palembang, Lampung Tengah, dan Jakarta Utara. Program-program tersebut mencakup pemberdayaan nelayan, warga binaan lembaga pemasyarakatan, penyandang disabilitas, serta komunitas pengelolaan sampah. Melalui pendekatan ini, ia mendorong inklusivitas sosial, kemandirian ekonomi, dan penciptaan nilai bersama antara perusahaan dan komunitas. Kontribusi ini selaras dengan SDG 1 (No Poverty), SDG 10 (Reduced Inequalities), dan SDG 16 (Peace, Justice and Strong Institutions) karena mendukung pemberdayaan kelompok rentan, memperluas kesempatan ekonomi, dan memperkuat kapasitas sosial masyarakat.
Kontribusi Naila juga terlihat dalam pelaksanaan program pemberdayaan UMKM dan pendampingan kesehatan masyarakat di wilayah Ring 1 Production Unit Jakarta. Program tersebut mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat, penguatan ekonomi lokal, dan ketahanan sosial di sekitar wilayah operasional perusahaan. Upaya ini berkontribusi pada pencapaian SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui pendampingan kesehatan masyarakat, serta SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui pembinaan UMKM dan penguatan ekonomi berbasis komunitas.
Dalam aspek lingkungan, Naila turut menginisiasi program lingkungan dan circular economy, seperti “Sampah Tukar Oli” dan kegiatan penghijauan di Jakarta Utara. Program ini bertujuan mengurangi dampak lingkungan, mendorong praktik ekonomi sirkular, dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keberlanjutan lingkungan. Inisiatif tersebut memiliki keterkaitan kuat dengan SDG 12 (Responsible Consumption and Production), SDG 13 (Climate Action), dan SDG 15 (Life on Land) karena menekankan pengelolaan limbah, perubahan perilaku lingkungan, serta pemeliharaan kualitas ekosistem.
Secara keseluruhan, Naila Authori, S.A.P. merepresentasikan profil alumni muda yang memberikan dampak nyata dalam bidang environmental sustainability melalui program pemberdayaan masyarakat, penguatan ekonomi lokal, pendidikan vokasi, kesehatan komunitas, serta inovasi lingkungan berbasis ekonomi sirkular. Kiprahnya menunjukkan bahwa lulusan Administrasi Publik FISIP Undip mampu mengambil peran strategis dalam menghubungkan praktik tanggung jawab sosial perusahaan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di tingkat lokal.