Departemen Administrasi Publik UNDIP Menyelenggarakan Undip Global Classroom bersama Pakar dari Burapha University Thailand

Semarang, 21 Mei 2026 — Departemen Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro menyelenggarakan Program Undip Global Classroom pada Mata Kuliah Proses Kebijakan dengan menghadirkan Associate Professor Dr. Anurat Anantanathorn dari Burapha University, Thailand. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya internasionalisasi pembelajaran sekaligus penguatan wawasan mahasiswa mengenai dinamika kebijakan publik dalam konteks global.

Dr. Anurat Anantanathorn merupakan Associate Dean, Faculty of Political Science and Law, Burapha University, dengan kepakaran pada bidang public administration and local governance, public policy and policy design, digital government and public innovation, local development strategy, emergency management, serta design thinking untuk sektor publik. Kehadiran beliau dalam kegiatan ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami proses kebijakan tidak hanya secara teoritis, tetapi juga melalui pengalaman empiris dan studi kasus kebijakan di Thailand.

Dalam kuliah bertema “From Policy Design to Real-World Outcomes: An Exploration of Policy Implementation and Evaluation”, Dr. Anurat menekankan bahwa kebijakan publik tidak cukup dinilai dari kualitas desainnya, tetapi juga dari kemampuan pemerintah dalam mengimplementasikan kebijakan secara efektif. Materi yang disampaikan membahas konsep implementation gap, pendekatan top-down dan bottom-up, peran birokrat garis depan, faktor keberhasilan dan kegagalan implementasi, serta pentingnya evaluasi kebijakan secara sistematis. Beberapa studi kasus Thailand seperti Universal Healthcare 30 Baht Scheme dan kebijakan mitigasi PM2.5 turut digunakan untuk menunjukkan perbedaan antara keberhasilan dan tantangan implementasi kebijakan di lapangan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa Mata Kuliah Proses Kebijakan diajak untuk melihat bahwa keberhasilan kebijakan sangat ditentukan oleh komitmen politik, alokasi sumber daya, koordinasi antarlembaga, kapasitas pelaksana, serta dukungan para pemangku kepentingan. Pembelajaran ini juga memperkuat pemahaman mahasiswa bahwa evaluasi kebijakan bukan sekadar tahap akhir, melainkan instrumen penting untuk memperbaiki, melanjutkan, mengubah, atau menghentikan suatu program kebijakan.

Departemen Administrasi Publik UNDIP berharap kegiatan Undip Global Classroom ini dapat memperluas perspektif akademik mahasiswa, meningkatkan kemampuan analisis kebijakan secara komparatif, serta memperkuat jejaring kerja sama internasional dengan perguruan tinggi mitra di kawasan Asia Tenggara. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen departemen dalam menghadirkan pengalaman pembelajaran yang relevan, kontekstual, dan berorientasi global bagi mahasiswa Administrasi Publik.