FISIP UNDIP Gelar “Undip Global Classroom” Bahas AI-based Smart Governance dan Strategi Korea Selatan

Semarang — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro (FISIP UNDIP) kembali menghadirkan forum akademik internasional melalui kegiatan Undip Global Classroom dengan tema “AI-based Smart Governance and Strategies in Korea” dalam rangkaian mata kuliah Bureaucratic Reform and Innovation. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 11 Mei 2026 pukul 15.00–17.00 WIB secara daring melalui Zoom Meeting.

Kegiatan ini menghadirkan akademisi internasional, Prof. Seunghwan Myeong dari Inha University, Korea Selatan, sebagai pembicara utama. Sementara moderator di dalam kegiatan ini adalah Yoga Aldi Saputra, S.A.P., MPA yang juga merupakan staf pengajar di Departemen Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro. Dalam forum tersebut, Prof. Myeong memaparkan perkembangan tata kelola pemerintahan berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) serta strategi inovasi birokrasi di Korea Selatan. Materi yang disampaikan menyoroti peluang sekaligus tantangan implementasi AI dalam sektor publik, termasuk isu transparansi, risiko tata kelola digital, perlindungan data, serta penguatan efektivitas birokrasi modern.

Turut hadir sebagai discussant yaitu Dr. Dra. Dyah Lituhayu, M.Si., Satria Aji Imawan, S.I.P., MPA., serta Damaris Bernike Bellastuti, S.A.P., M.A. Ketiganya memberikan perspektif akademik terkait implementasi smart governance, reformasi birokrasi, dan tantangan transformasi digital di Indonesia.

Kegiatan Undip Global Classroom merupakan bagian dari komitmen FISIP UNDIP dalam memperluas jejaring akademik internasional serta meningkatkan kapasitas mahasiswa dan sivitas akademika dalam memahami isu-isu global kontemporer, khususnya pada bidang administrasi publik, tata kelola pemerintahan, dan inovasi kebijakan publik.

Melalui forum ini, peserta memperoleh wawasan mengenai praktik terbaik (best practices) tata kelola pemerintahan berbasis teknologi, termasuk pemanfaatan AI dalam pelayanan publik, pengambilan keputusan berbasis data, dan penguatan inovasi birokrasi di era digital. Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi aktif mahasiswa dan akademisi selama sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi akademik internasional sekaligus mendorong pengembangan kapasitas generasi muda Indonesia dalam menghadapi transformasi digital sektor publik di masa depan.