General Lecture 2026 FISIP UNDIP: Menguatkan Peran Kebijakan Publik dalam Mewujudkan Kesejahteraan Sosial di Era Digital dan Tantangan Global

Semarang, 20 Mei 2026 – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro kembali menyelenggarakan kegiatan akademik bertaraf nasional melalui General Lecture 2026 bertajuk “Public Policy for Social Welfare” pada Rabu, 20 Mei 2026 di Theater Room FISIP Universitas Diponegoro. Kegiatan ini menghadirkan pakar kebijakan publik nasional, Dr. Riant Nugroho, M.Si., selaku Ketua Umum Masyarakat Kebijakan Publik Indonesia (MAKPI), sebagai pembicara utama.

Acara dibuka secara resmi oleh Dekan FISIP Universitas Diponegoro, Dr. Drs. Teguh Yuwono, M.Pol.Admin., yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya penguatan perspektif kebijakan publik dalam menjawab tantangan kesejahteraan sosial di tengah perubahan global yang semakin kompleks. Beliau juga menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab strategis dalam melahirkan gagasan dan inovasi kebijakan yang berdampak nyata bagi masyarakat.

Kegiatan ini dimoderatori oleh Retna Hanani, S.Sos., MPP., selaku Ketua Program Studi S1 Administrasi Publik FISIP Universitas Diponegoro. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Guru Besar Departemen Administrasi Publik FISIP UNDIP, yaitu Prof. Dr. Drs. Hardi Warsono, M.T. dan Prof. Dr. Dra. Kismartini, M.Si. Hadir pula Ketua Departemen Administrasi Publik FISIP UNDIP, Dr. A.P. Tri Yuniningsih, M.Si., serta dosen-dosen Departemen Administrasi Publik FISIP Universitas Diponegoro yang turut mendukung jalannya kegiatan akademik ini bersama mahasiswa dan peserta umum yang hadir dengan antusias.

Dalam kuliah umum tersebut, Dr. Riant Nugroho membahas perkembangan paradigma kebijakan kesejahteraan sosial dari masa ke masa, mulai dari konsep social welfare, welfare state, hingga tantangan kesejahteraan sosial generasi baru di era digitalisasi dan kecerdasan artifisial. Beliau menjelaskan bahwa kesejahteraan sosial tidak lagi hanya dipahami sebagai bantuan sosial semata, melainkan sebagai hasil dari keseluruhan kebijakan publik yang mampu menciptakan masyarakat mandiri, berdaya, dan sejahtera.

Selain itu, materi juga menyoroti dinamika global seperti MDGs dan SDGs sebagai kerangka pembangunan internasional yang berorientasi pada pengurangan kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, serta keberlanjutan lingkungan. Dr. Riant Nugroho juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi digital dan AI membawa tantangan baru terhadap dunia kerja dan sistem kesejahteraan sosial, sehingga diperlukan kebijakan publik yang adaptif, cepat, dan efektif dalam menghadapi perubahan zaman.

Diskusi berlangsung secara interaktif dengan berbagai pertanyaan dan tanggapan dari peserta mengenai peran negara, efektivitas kebijakan sosial, hingga kesiapan Indonesia menghadapi transformasi digital dan disrupsi kecerdasan artifisial. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya perhatian terhadap pentingnya kebijakan publik yang mampu menjawab tantangan kesejahteraan sosial secara inklusif dan berkelanjutan.

Melalui penyelenggaraan General Lecture 2026 ini, FISIP Universitas Diponegoro berharap dapat memperkuat wawasan akademik mahasiswa dan sivitas akademika mengenai pentingnya kebijakan publik yang inklusif, adaptif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi akademik untuk mendorong lahirnya gagasan serta solusi kebijakan yang relevan dalam menghadapi tantangan sosial di era global dan digital.