Semarang, 23 Mei 2026 — Level Up 2026 merupakan program kerja yang diselenggarakan oleh Departemen Kaderisasi dan Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa HMPS Administrasi Publik 2026 sebagai wadah pengembangan wawasan dan kapasitas kepemimpinan mahasiswa. Mengusung tema “Think Global, Lead Strategically”, kegiatan ini bertujuan untuk mendorong mahasiswa agar memiliki pola pikir global sekaligus kemampuan memimpin secara strategis dalam menghadapi berbagai tantangan di era yang semakin dinamis. Kegiatan ini dilaksanakan di Auditorium FIMENA, Gedung A Lantai 3, FISIP Universitas Diponegoro.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi oleh Bapak Juang Abdi Muhammad, S.AP., M.AP., yang membahas pentingnya pola pikir global bagi mahasiswa dalam memahami berbagai dinamika dunia yang memengaruhi kehidupan masyarakat dan kebijakan nasional. Peserta diajak untuk melihat keterkaitan antara isu global, seperti geopolitik, ekonomi internasional, perubahan iklim, perkembangan teknologi digital, serta tata kelola pemerintahan dengan kondisi yang terjadi di Indonesia. Melalui berbagai studi kasus, peserta memperoleh pemahaman bahwa tantangan yang dihadapi saat ini bersifat kompleks dan saling berkaitan, sehingga memerlukan cara pandang yang lebih luas dan kritis.
Selain memahami pentingnya berpikir global, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai konsep kepemimpinan strategis. Pemateri menjelaskan bahwa seorang pemimpin tidak hanya dituntut untuk aktif menjalankan berbagai kegiatan, tetapi juga harus mampu menentukan prioritas, menganalisis risiko, mempertimbangkan dampak jangka panjang, serta mengambil keputusan yang tepat berdasarkan data dan kebutuhan organisasi. Melalui materi ini, peserta didorong untuk mengembangkan kemampuan berpikir analitis, berkolaborasi secara efektif, dan menjunjung tinggi integritas sebagai bekal menjadi pemimpin masa depan yang mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.
Setelah sesi pematerian, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung secara interaktif. Para peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan, pendapat, maupun pandangan kritis terkait materi yang telah disampaikan. Melalui diskusi ini, peserta tidak hanya memperoleh jawaban dari pemateri, tetapi juga mendapatkan perspektif baru yang dapat memperluas pemahaman mereka terhadap berbagai fenomena yang sedang berkembang.
Sebagai bentuk implementasi dari materi yang telah diperoleh, peserta kemudian mengikuti mini simulation. Dalam sesi ini, peserta diberikan studi kasus mengenai dilema kerja sama sponsor pada sebuah kegiatan kampus. Peserta berperan sebagai ketua pelaksana yang dihadapkan pada tawaran sponsor bernilai besar dari sebuah perusahaan yang sedang mendapat sorotan publik akibat dugaan pencemaran lingkungan dan perlakuan tidak adil terhadap pekerja. Peserta diminta untuk menganalisis permasalahan, mengidentifikasi berbagai risiko yang mungkin muncul, serta merumuskan langkah strategis yang dapat diambil untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Melalui simulasi ini, mahasiswa dilatih untuk berpikir kritis, bekerja sama dalam tim, serta mengasah kemampuan problem solving dan pengambilan keputusan secara terukur. Kegiatan ini menjadi sarana bagi peserta untuk menerapkan konsep Think Global dan Lead Strategically dalam situasi yang menyerupai kondisi nyata.
Pada akhir kegiatan, dilaksanakan reflection session sebagai ruang refleksi bagi seluruh peserta. Dalam sesi ini, peserta diajak untuk mengevaluasi pemahaman yang telah diperoleh selama kegiatan berlangsung serta menyampaikan pesan, kesan, dan evaluasi kegiatan Level Up 2026. Refleksi ini menjadi penting untuk menginternalisasi nilai-nilai kepemimpinan strategis dan pola pikir global yang telah dipelajari, sekaligus mendorong peserta agar mampu menerapkannya dalam kehidupan akademik, organisasi, maupun lingkungan sosial mereka.
Melalui rangkaian kegiatan yang terdiri atas penyampaian materi, sesi tanya jawab, mini simulation, dan reflection session, diharapkan Level Up 2026 mampu memberikan pengalaman belajar yang luas serta meningkatkan kapasitas mahasiswa sebagai generasi muda yang berwawasan global, kritis, dan memiliki kemampuan kepemimpinan yang strategis. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya menjadi individu yang peka terhadap perkembangan dunia, tetapi juga mampu mengambil peran aktif dalam menciptakan perubahan positif di lingkungan sekitarnya.


